Selasa, 21 April 2015

faktor-faktor yang mempengaruhi investasi dalam suatu negara



topik 7 : investasi dan penanaman modal

Investasi atau  penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal yang diberikan oleh perseorangan atau perusahaan atau organisasi baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia.

Adapun factor-faktor yang mempengaruhi investasi,yaitu:

1.    Tingkat inflasi
Tingkat inflasi berdampak negative pada tingkat investasi. Karena,dengan tingkat inflasi yang tinggi juga dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal, meningkatkan resiko proyek investasi serta menimbulkan distorsi informasi mengenai harga relatif.

2.    Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah factor kedua yang mempengaruhi investasi. Dalam hal ini dapat dibuktikan kalau manusia yang berkualitas merupakan salah satu faktor investasi yang sangat penting. Karena sumber daya manusia ditunjang dengan adanya teknologi. Karena pada saat ini teknologi yang digunakan oleh para investor dan juga pengusaha berguna untuk menuntut kemampuan dan keterampilan dari tenaga kerja.


3.    Tingkat suku bunga
Dalam hal ini tingkat suku bunga sangat signifikan bagi investasi itu sendiri. Hal ini terjadi karena jika tingkat suku bunga rendah atau turun ini akan mendorong para investor atau pengusaha meminjam modal pada bank. Dengan modal tersebut maka Ia akan melakukan investasi.

4.    Pengaruh nilai tukar
Pengaruh tingkat kurs  atau nilai tukar akan berpengaruh pada dua saluran yaitu pada sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Sehingga nilai tukar mata uang dosmetik akan menaikkan ekspansi investasi pada barang perdagangan tersebut.

5.    Selain itu factor yang mempengaruhi investasi adalah tingkat keuntungan yang akan diperoleh, tingkat pendapatan nasioal, kondisi sarana dan prasrana, birokrasi perijinan, stabilitas politik dan keamanan.

Harapan  keuntungan di masa yang akan datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan. Selain dapat menambah penghasilan seseorang, investasi juga membawa risiko keuangan jika investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan atau ketertiban hukum.

Sekian artikel yang bisa saya sampaikan semoga bisa diambil maknanya,terima kasih.


Sumber:





pengangguran yang ada di Indonesia


Kali ini saya akan membahas mengenai masalah ekonomi yang ada di Indonesia.
Disetiapnagara mana pun pasti memiliki masalah jangka panjang jangka pendek yang ada di dalamnya,termasuk di Indonesia sendiri. Masalah jangka panjang tidak terlepas dari kemampuannya menangani masalah-masalah ekonomi jangka pendek ini. Sekarang kita akan membahas mengenai masalah pengangguran yang ada di Indonesia.

PENGANGGURAN
Pengangguran adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali atau seseorang yang sedangberusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalahdalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Akibat dari pengangguran:
1. Penurunan pendapatan perkapita.
2. Penurunan pendapatan pemerintah yang
berasal dari sektor pajak.
3. Meningkatnya biaya sosial yang harus
dikeluarkan oleh pemerintah .
4. Dapat menambah hutang negara.
5. Pengangguran dapat menghilangkan
keterampilan, karena tidak digunakan apabila
tidak bekerja.
 6. Pengangguran akan menimbulkan
ketidakstabilan sosial dan politik.

Seperti halnya pekerja outsourcing,yaitu pekerja yang sudah dikontrak sementara (min 3 bulan) atau sudah  ditetapkan jangka waktu lamanya bekerja. Sekarang banyak masyarakat yang menganggur akibat adanya outsourcing. Karna,setelah masa waktu mereka bekerja,mereka berhenti dan tidak bekerja lagi. Maka dari itu banyak para buruh yang berdemo akibat adanya outsourcing.

Demikian dapat simpulkan,bahwa dengan diadakannya outsourcing masih banyak masyarakat yang mengganggur. Sebaiknya tenaga kerja outsourcing ditiadakan dan lapangan pekerjaan diperluas ,supaya tingkat pengangguran di indonesia berkurang.

Demikian artikel yang bisa saya sampaikan,terima kasih.


Sumber:

Selasa, 07 April 2015

kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi



topik 5: kebijakan pemerintah

Kebijakan ekonomi adalah tindakan sebuah kebijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan atau keputusan di bidang ekonomi. Kebijakan ekonomi suatu negara tidak bisa lepas dari keterlibatan pemerintah karena pemerintah memegang kendali atas segala sesuatunya yang menyangkut semua kebijakan yang berujung kepada keberlangsungan negara itu sendiri.

Berdasarkan ruang lingkupnya, ilmu ekonomi terbagi dalam kedua kajian yakni Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro:

·       Ekonomi mikro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisa bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian (dalam lingkup kecil) seperti harga, biaya produksi, perilaku produsen, perilaku konsumen, permintaan, penawaran, teori produksi, elastisitas, dan lain-lain.

·       Ekonomi makro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis kegiatan perekonomian secara keseluruhan (dalam lingkup luas) seperti inflasi, pendapatan nasional, kesempatan kerja, pengangguran, kebijakan fiskal, kebijakan moneter, neraca pembayaran, investasi, dan lain-lain.

Pada prinsipnya kebijakan ekonomi memiliki tujuan yaitu untuk mencapai suatu keadaan ekonomi yang kita inginkan. Namun untuk dapat mencapai sasaran dan tujuan dari sebuah kebijakan ekonomi diperlukan strategi dan alternatif. Setiap pemerintahan yang menjadi seorang pemimpin bagi suatu negaranya pasti memiliki kebijakan ekonomi yang bagus untuk menjamin perekonomian yang baik dan stabil untuk mencapai tujuan dan kemakmuran bersama.

Jadi , Dalam upaya peningkatan kehidupan ekonomi tidak hanya tergantung pada peranan pasar tetapi peran pemerintah yang sebagai pelaku ekonomi sangat berfungsi sebagai stabilisasi, alokasi, dan distribusi. Sekian dari saya,terima kasih


Sumber :



Selasa, 24 Maret 2015

pendapatan nasional

topik 4 : struktur produksi,distribusi pendapatan & kemiskinan

Didalam struktur produksi pasti ada yang namanya pendapatan. Kali ini saya akan membahas mengenai pendapatan nasional.
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh masyarakat di suatu negara selama satu tahun.

Sejarah
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto, yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Pendapatan nasional memiiki beberapa konsep yaitu:
·       Produk Domestik Bruto (GDP)
·       Produk Nasional Bruto (GNP)
·       Pendapatan Nasional Neto (NNI)
·       Pendapatan Perseorangan (PI)
·       Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

Tujuan dan manfaat menghitung pendapatan nasional itu untuk mengetahui pertumbahan dan perkembangan perekonomian suatu Negara,dapat mengetahui struktur ekonomi suatu negara, apakah tergolong sebagai negara agraris, industri atau jasa, sebagai alat bantu dalam membuat rencana dan rancangan pembangunan nasional dan masih banyak lagi.

Dengan menghitung pendapatan nasional, dapat diketahui dan dianalisis faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan atau kemajuan ekonomi suatu negara. Ketika pendapatan nasional suatu negara menurun, maka faktor-faktor yang menyebabkan penurunan tersebut dapat diketahui dan dianalisis untuk pedoman perbaikan selanjutnya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.


sumber :